Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat sore kawan, apa
kabar guys? (Alhamdulillah baik). Oh ya sebelum berbicara tentang materi kali
ini, saya sangat bersyukur. Kenapa? Yaitu karena
kalian semua, saya berterima kasih kepada kalian semua yang setia membaca
postingan saya ini dimulai dari postingan saya yang pertama hingga sekarang
ini. Selanjutnya, saya juga bersyukur masih diberi kesehatan oleh Allah SWT
untuk berkesempatan memposting beberapa ilmu maupun materi hingga saat ini. Dan
saya bersyukur bias memposting pada agak sore hari hehehe (kan sebelumnya
memposting pada malam hari hihihi peace brur…) oke kembali ke topik.
Sebelumnya pada awal
dulu, saya telah memposting postingan tentang wawasan kampus. Nah, kali ini
saya akan memposting postingan tentang “Wawasan Kebangsaan”. Apa itu wawasan
kebangsaan? Bagaimana? Mengapa? Pasti kalian semua bertanya-tanya tentang
“Wawasan Kebangsaan”. Baiklah, di postingan ini saya akan menjelaskan yang saya
pahami tentang “Wawasan Kebangsaan”. cekidot...
Wawasan Kebangsaan
Sang pecipta menciptakan
seluruh alam semesta beserta isinya ini dengan penuh perbedaan dalam segala
hal, seperti laki-laki perempuan, siang – malam, baik – buruk, hitam –
putih, kaya – miskin, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan keadaan
bangsa ini, bangsa Indonesia, yang dimana terdapat banyak sekali
perbedaan-perbedaan yang menyelimuti bangsa ini, seperti perbedaan suku
bangsa, bahasa daerah, agama, warna kulit, dan lain sebagainya. Sebagai
bangsa Indonesia tentunya harus selalu dapat menghargai, menghormati, dan
menerima berbagai perbedaan yang ada di negeri yang kaya ini. Selain itu juga
kita juga harus menjaganya dengan sebaik-baiknya. Berbicara soal bangsa,
apakah kalian tau arti dari “bangsa” itu sendiri? Yaps, benar.
Bangsa ialah suatu
kelompok manusia yang dianggap Nasional memiliki identitas bersama, dan
mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan sejarah. Mereka umumnya
dianggap memiliki asal usul keturunan yang sama.
Begitulah definisinya menurut Wikipedia. Akan tetapi, menurut pemahaman saya adalah bangsa juga merupakan suatu kelompok manusia atau masyarakat yang tinggal di suatu wilayah yang memiliki latar belakang sejarah dan nasib yang sama, serta cita-cita dan tujuan yang sama yaitu untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh bangsanya guna di masa-masa yang akan datang.
Di negara ini sendiri,
sebelumnya pernah terjadi banyak peristiwa perang, yaitu perang kedaerahan yang
telah berlangsung selama 300 tahun lamanya. Akan tetapi, selama peristiwa
tersebut belum pernah terjadi kejayaan atau keberhasilan. Mengapa demikian?
Karena pada masa saat itu, bangsa ini masih memiliki sifat kedaerahan
(egoisme), masih kurangnya akan persatuan dan kesatuan bangsa.
Definisi satu secara
garis besar :
Berbangsa
Satu
:
Berbahasa
Bertanah
air
Berikut tahapan atau
catatan sejarah kebangkitan dari persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,
antara lain :
1. Bangsa Indonesia sepakat untuk berjuang (20 Mei 1908)
2. Bangsa Indonesia sepakat menjadi satu bangsa (28 Oktober 1928)
3. Munculnya Ideologi Pancasila (1 Juni
1945)
4. Proklamasi Kemerdekaan untuk keberhasilan NKRI (17 Agustus 1945)
Demografi bangsa : a. Jumlah penduduk sekitar 255 juta jiwa
(tahun 2015)
b. Penyebaran tidak merata
c. Lebih dari 538 bahasa daerah
dari 300 etnik
d. Kualitas Sumber Daya Manusia
rendah
Bangsa Indonesia
patutnya bersyukur akan melimpahnya Sumber Daya Alamnya di negeri yang subur
ini, seperti :
1. Pertambangan
2. Industri
3. Hutan
4. Perkebunan
5. Perikanan
6. Pertanian
Namun belum diolah dan
dimanfaatkan secara maksimal karena terbatasnya dana dan teknologi.
“Jika ingin mengubah bangsa dan Negara kita, janganlah sertamerta
langsung berangan-angan merubah bangsa dan Negara terlebih dahulu. Akan tetapi
ingatlah bahwasanya ubahlah diri kita sendiri untuk menjadi seorang teladan. Maka,
dengan contoh itu kita mungkin bisa mengubah keluarga kita. Lalu, dari
inspirasi dan dorongan mereka, tentu kita akan mampu menjadikan Negara kita
lebih baik, dan siapa tahu, masing-masing dari kita mungkin bisa mengubah dunia.”
(adaptasi dari perkataan Westminster Abbey, 1100).
(adaptasi dari perkataan Westminster Abbey, 1100).
“Jika kamu tanyakan apa yang telah negara berikan kepadamu, tetapi
tanyakanlah apa yang telah kamu berikan kepada negaramu.” (John P. Kennedy)
Kesimpulannya :
Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang mengenai diri dan tanah
airnya sebagai negara kepulauan dan sikap bangsa Indonesia diri dan
lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam
penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Demikian yang bias saya
sampaikan. Semoga bermanfaat. Terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.